LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI




PENGAMATAN MIKROSKOPIS JAMUR

Disusun oleh:
KELOMPOK 6
Khoviva Eka Permata Sari       135180311
Savira  Putri Prasditya             135180313
Indah Pratiwi                           135180314
kelas A418
AKADEMI FARMASI SURABAYA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Air adalah salah satu komponen penting dalam kehidupan makhluk hidup, baik untuk mandi, membersihkan peralatan, serta untuk minum, namun tidak semua air baku dapat digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan air minum, hanya air baku yang memenuhi persyaratan kualitas air minum yang dapat digunakan untuk air minum (Meidhitasari, 2007). Hal ini disebabkan karena adanya berbagai jenis bakteri yang dapat mengkontaminasi air dengan menjadikannya media untuk berkembang biak (Chandra, 2007).  Hal tersebut dapat sangat membahayakan makhluk hidup yang menggunakannya khususnya ketika air terkontaminasi tersebut sebagai air minum.
Salah satu cara untuk menguji kelayakan air untuk diminum ialah dengan menggunakan uji pemeriksaan kualitas air minum (Kawuri el al, 2016). Uji bakteriologis ini dilakukan dengan menguji keberadaan bakteri coliform. Bakteri coliform adalah bakteri yang dapat dijadikan sebagai indikator pencemaran air karena dapat berkolerasi positif dengan bakteri patogen (Suriawiria, 2003). Pada umumnya, bakteri coliform pengfermentasi glukosa dan penghasil gas ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu nonfecal colliform dan fecal colliform. Bakteri nonfecal colliform adalah bakteri yang berasal dari makhluk hidup yang telah mati, sedangkan bakteri fecal colliform adalah bakteri yang berasal dari saluran pencernaan makhluk hidup serta berwarna hijau metalik bila berada pada media EMBA, contohnya adalah bakteri Escherichia Coli (Szewzyk, 2000). Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 492/MENKES/Per/IV/2010, air layak diminum bila mengandung coliform dan E.coli sebanyak 0 MPN/100ml

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja penyebab kontaminasi air dalam bakteri?
2.      Sampel apa yang paling banyak mengandung bakteri?
3.      Manakah sampel air yang aman?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui penyebab umum kontaminasi air oleh bakteri
2.      Untuk mengetahui sampel air yang paling banyak mengandung bakteri Fecal colliform
3.      Untuk mengetahui sampel air yang aman untuk dikonsumsi



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Air Sungai
Sungai merupakan saluran terbuka yang terbentuk secara alami di atas permukaan bumi, tidak hanya menampung air tetapi juga mengalirkannya dari bagian hulu menuju ke bagian hilir dan ke muara (Junaidi, 2014).
B.     Air Selokan
Selokan adalah saluran untuk menyalurkan air pembuangan dan atau air hujan untuk dibawah ke suatu tempat agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Namun definisi ini berkembang seiring dengan permasalahn yang timbul dikarenakan air selokan cenderung terabaikan dan dibiarkan begitu saja.
C.     Sumur
Air sumur adalah air yang berasal dari dalam tanah, air tersebut didapatkan dengan cara menggali tanah sehingga akan terbentuk sumur. Air sumur merupakan salah satu sumber air yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat dan biasanya mengandung bahan-bahan metal terlarut seperti Na, Mg, Ca, dan Fe (Wikipedia, 2013)
D.    Air PDAM
PDAM atau Perusahaan Daerah Air Minum merupakan salah satu unit usaha milik daerah, yang yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum. PDAM terdapat di setiap provinsi, kabupaten, dan kotamadya di seluruh Indonesia. PDAM merupakan perusahaan daerah sebagai sarana penyedia air bersih yang diawasi dan dimonitor oleh aparataparat eksekutif maupun legislatif daerah.
Karakteristik Air
1.      Karakteristik Air Berdasarkan Parameter Fisik
Karakteristik air berdasarkan parameter fisik terdiri dari:
a.       Suhu Suhu air maksimum yang diizinkan oleh Kementrian Kesehatan RI NO. 416/MENKES/PER/IX/1990 adalah 300C. Penyimpangan terhadap ketetapan ini akan mengakibatkan: - Meningkatnya daya/tingkat toksisitas bahan kimia atau bahan pencemaran dalam air. - Pertumbuhan mikroba dalam air.
b.      Warna Banyak air permukaan khususnya yang berasal dari daerah rawa rawa seringkali berwarna sehingga tidak dapat diterima oleh masyarakat baik untuk keperluan rumah tangga maupun keperluan industri, tanpa dilakukannya pengolahan untuk menghilangkan warna tersebut. Bahan bahan yang menimbulkan warna tersebut dihasilkan dari kontak antara air dengan reruntuhan organis yang mengalami dekomposisi.
c.       Bau Air yang memenuhi standar kualitas harus bebas dari bau. Biasanya bau disebabkan oleh bahan-bahan organik yang dapat membusuk serta senyawa kimia lainnya fenol. Air yang berbau akan dapat mengganggu estetik. d. Rasa Biasanya rasa dan bau terjadi bersama-sama, yaitu akibat adanya dekomposisi bahan organik dalam air. Seperti pada bau, air yang memiliki rasa juga dapat mengganggu estetika.
d.      Kekeruhan Air dikatakan keruh apabila air tersebut mengandung begitu banyak partikel bahan yang tersuspensi sehingga memberikan warna/rupa yang 8 berlumpur dan kotor. Bahan-bahan yang menyebabkan kekeruhan ini meliputi tanah liat, lumpur, bahan bahan organik yang tersebar dan partikel-partikel kecil lain yang tersuspensi.
Karakteristik Air Berdasarkan Parameter Kimia
a.       Derajat Keasamaan (pH) pH merupakan salah satu faktor yang sangat penting mengingat pH dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba di dalam air. Sebagian besar mikroba di dalam air akan tumbuh dengan baik pada pH 6,0-8,0 pH juga akan menyebabkan perubahan kimiawi di dalam air. Menurut standar kualitas air, pH yang baik yaitu bekisar 6,5-9,2. Apabila pH kecil dari 6,5 atau lebih besar dari 9,2 maka akan menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air yang dibuat dari logam dan dapat mengakibatkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
b.      Total Solid Tingginya angka total solids merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan sesuai atau tidaknya air untuk penggunaan rumah tangga. Air yang baik digunakan untuk keperluan rumah tangga adalah dengan angka total solid di dalam air minum adalah 500-1500 mg/l. Apabila melebihi dari standar yang telah ditentukan maka akan berakibat air tidak enak rasanya, rasa mual, dan terjadinya cardiac diseases serta toxaemia pada wanita-wanita hamil.
c.       Jumlah Kesadahan (Total Hardness) Kesadahan adalah merupakan sifat air yang disebabkan oleh adanya ion-ion (kation) logam valensi dua. Ion-ion ini mampu bereaksi dengan sabun membentuk kerak air. Kation-kation penyebab utama dari kesadahan Ca++,Mg++ , Sr++,Fe++ dan Mn++. Kesadahan total adalah kesadahan yang disebabkan oleh Ca++ dan Mg++ secara bersama-sama. Standar kualitas menetapkan kesadahan total adalah 5-10 derajat jerman. Apabila kesadahan 9 kurang dari 5 derajat jerman maka air akan menjadi lunak. Jika lebih dari 10 derajat jerman maka akan mengakibatkan : - Kurangya efektifitas sabun - Menyebabkan lapisan kerak pada alat dapur - Sayur-sayuran menjadi keras apabia dicuci dengan air ini.
d.      Zat Organik Adanya zat organik di dalam air disebabkan karena air buangan dari rumah tangga, industri, kegiatan pertanian dan pertambangan. Zat organik di dalam air dapat ditentukan dengan mengukur angka permangantnya (KmnO4). Di dalam standar kualitas, ditentukan maksimal angka permangantnya 10mg/l. Penyimpangan standar kualitas tersebut akan mengakibatkan: - Timbulnya bau tak sedap - Menyebabkan sakit perut
Karakteristik Air Berdasarkan Parameter Mikrobiologis
Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. coli, karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia, umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Keberadaan E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. E. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. Jadi adanya E. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. coli harus absen dalam 100 ml. Berbagai cara pengujian E. coli telah dikembangkan, tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN (most probable number), Uji penguat pada medium selektif, Uji lengkap dengan medium lactose broth, serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol, methyl red, Vogues-Praskauer, dan citrate). Jadi untuk dapat menyimpulkan E. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi. Meskipun demikian, beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. Karena uji E. coli yang kompleks, maka beberapa standar, misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI), mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. coli dan karena E. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. coli sering disebut sebagai coliform fekal. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. coli , karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. Jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan maka ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. coli , tetapi mungkin juga tidak mengandung E. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. Jika 14 ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform, maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas.



BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari Senin dan tanggal 21 Oktober 2019, dilaksanakan di Laboratorium Mikrobilogi dan Steril Akademi Farmasi Surabaya.
B.     Alat dan Bahan
·         Alat :
1.      Object Glass
2.      Cover Glass
3.      Pipet
4.      Mikroskop
·         Bahan :
1.      Air PDAM
2.      Air Sumur
3.      Air Sungai
4.      Air Selokan
5.      Alkohol
6.      Tisu
C.     Cara Kerja
1.      Bersihkan masing-masing object glass dan cover glass dengan alkohol dan keringkan dengan tisu.
2.      Pipet masing-masing sampel air (Air PDAM, Air Sumur, Air Sungai, Air Selokan) dengan pipet yang berbeda.
3.      Letakkan beberapa tetes sampel air pada object glass.
4.      Kemudian, tutup dengan cover glass.
5.      Amati dibawah mikroskop dan temukan beberapa mikroba yang terdapat pada masing-masing sampel air.
6.      Foto dan gambar hasil yang telah ditemukan.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kami melakukan pengamatan adanya pengkontaminan pada air. Sampel yang kami gunakan yaitu air PDAM , air sumur, air selokan/got, dan air sungai.

No.
Jenis Air
Gambar Mikroorganisme
1.
Air PDAM

Cryptosporidium


2.
Air Sumur

Amoeba


3.
Air Selokan/got

Euglena


4.
Air Sungai

Protozoa



·         Air Sungai

Pada pengamatan air sungai secara fisik berwarna keruh karena bercampur dengan pasir, lumpur, pelapukan kayu, dan pencemar lainnya. Kualitas air sungai juga dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar aliran sungai. Hasil pengamatan mikroorganisme pada air sungai kami terdapat mikrorganisme protozoa Synura sp. Protozoa ini tergolong dalam alat gerak flagellata.

Klasifikasi Synura sp
Divisi               : Chrysophyta
Class                : Chrysophyceae
Ordo                : Synurales
Family             : Synuraceae
Genus              : Synura
Species            : Synura sp

·         Air PDAM
Pada pengamatan air PDAM secara fisik berwarna jernih. Hasil pengamatan mikroorganisme pada air PDAM kami terdapat mikrorganisme Cryptosporidium.
Klasifikasi
Kingdom         : Prostita
Filum               : Apicomplexa
Kelas               : Conoidasida
Subkelas          :Coccidiasina
Ordo                :Eucoccidiorida
Subordo          : Elmeriorina
Family             : Cryptosporidiidae
Genus              : Cryptosporidium

·         Air sumur
Pada air sumur secara fisik berwarna jernih sedikit keruh. Hasil pengamatan mikroskopis pada air sumur terdapat mikroorganisme amoeba. Amoeba adalah salah satu bentuk yang paling sederhana dari organisme eukariotik di Bumi,sering dianggap sebagai organisme perwakilan proses evolusi.

Klasifikasi Amoeba
Domain           : Eukaryota
Kingdom         : Amoebozoa
Filum               : Tubulinea
Ordo                :Tubulinida
Keluarga          :Amoebida
Genus              : Amoeba

·         Air got/selokan

Pada pengamatan air got secara fisik berwarna keruh dan banyak terdapat kotoran pasir dll.. Hasil pengamatan mikroorganisme pada air got kami terdapat mikrorganisme protozoa

Komentar

Postingan Populer